Teruntuk mu....
Bagaimana kabarmu...? maaf jika ini sangat mengaganggu.
Ada banyak hal yang ingin kutulis tapi sejujurnya aQ tak merasa harus. aQ hanya ingin menunjukan siapa aQ padamu ..ini semua kutulis tanpa aQ merasa diintervensi oleh perasaan yang berhamburan tanpa bentuk yang pasti. aQ bertemu banyak hal tiap saat. aQ menemukan setiap hal dalam bentuk yang berbeda, Tapi setiap aQ melihat lebih kedalam malah membuatku semakin tak yakin bahwa aQ bagian dari mereka , aQ berharap kamu lebih baik baik dari yang aQ pikirkan saat ini...
Mereka bersikap lembut kepadaku namun aQ keras, mereka keras dengan kematian kubalas dengan lembut hingga aQ merasa...
Mereka menaikkan aQ dalam kendaraan, namun aQ turun dan menaiki tekadku.
Mereka turunkan aQ, lalu aQ naik kebenaran yang sama.
Kuusir kematian didepanku lalu dia berpaling, lalu aQ lewati kematian sedang terkantuk-kantuk.
Pasir-pasir telah mengisi kesendiriannya dan berkata, “ adhi jangan takut dan putus asa “ .
Kukatakan, “ aQ tak takut, sebab keyakinanku masih sangat belia dan aQ tak akan mati sampai aQ diinjak, aQ telah berjanji pada sahabat dan teman karib dan aQ belajar dari cita-citanya “.
Hatiku...
aQ bagian dari jenis yang lain, jenis yang aQ sendiri tak begitu mengenalnya. Dalam keterbatasan aQ sebagai mahluk ganjil dalam tabung serangkaian fragmen, aQ berdiri hingga saat ini aQ menemukanmu.
Mereka bilang padaku bahwa dalam diriku ada kemurungan, sebenarnya mereka melihat seseorang yang menjauhi sikap yang rendah, jika dikatakan, ada mata air, aQ katakan aQ telah melihatnya, namun jiwaku yang merdeka tahan dari rasa haus, aQ tidak menunaikan hak ilmu jika setiap kali aQ melihat sesuatu yang menggiurkan kujiadikan ia tangga bagi diriku..
Apakah aQ akan melakukan itukemudian aQ akan memetik kehinaan..?
Itu sama dengan mengikuti dengan kebodohan yang demikian pasti, jika saat ini aQ tak mengatakan ini padamu tentang rasa cinta maka aQ akan melakukan kebodohan yang sama dengan beberapa saat yang lain. Semua yang telah aQ jalani malah membuatku lebih awas melihat segala kemungkinan yang akan terjadi. aQ merasa bangga bisa menulis semua ini buatmu. aQ tidak begitu mengenalmu dengan jelas, semoga aQ berharap bisa mengetahuinya lebih dekat.
Terima kasih atas nasehatnya, aQ akan memberimu satu narasi yang bisa kau jadikan pelajaran dari ini semua.
“ air, roti dan naungan, konon adalah nikmat yang paling besar. aQ mengingkari Rabb-ku jika aQ berkata itu hanya sedikit saja.
Bukankah hidup ini tak lebih dari air dingin, roti yang hangat dan nenaungan yang teduh ?
Curahkan hujan mutiara langit sardib dan luapkan sumur-sumur takruratibra.
Jika aQ hidup aQ tak akan kehabisan makanan dan jika aQ mati aQ tak akan kehabisan kuburan.
Ambisiku adalah ambisi para raja, dan jiwaku adalah jiwa yang merdeka yang melihat kehinaan sebagai kekufuran.
Jika aQ tidak puas dengan hidupku selama ini, maka untuk apa aQ hidup”?
aQ ingin lebih banyak menulis lagi, tapi kadang kupikir kata-kata tidak dapat mengungkapkan yang kurasakan.
Semoga kita masih bisa berbicara lewat kertas-kertas ini. Kan kupeluk kau selalu dengan semangat revolusiku.
“ take care of your self and have a good time “
Itu saja.
Peace love and emphaty
Tidak ada komentar:
Posting Komentar